Friday, April 24, 2015

Mary Jane Veloso


Gambar Mary Jane ini di ambil dari Gmanetwork , photo tersebut pada saat Mary Jane di Hari Kartini. Setelah melihat Time Line dari Rahung Nasution (@rahung) dan di Chirpstory . Banyak aspek yang memang harus di lihat dari masing-masing kasus para terpidana mati. Di satu sisi Indonesia di harapkan bisa tegas dalam memberantas peredaran narkoba yang merusak generasi muda. Tetapi di balik itu semua juga banyak tekanan dalam setiap pengambil keputusan. Unsur politik misalnya, belakangan ini saya di kejutkan dengan berita hukuman mati TKW Indonesia di Arab yang menurut berita eksekusi hukuman ini tanpa pemberitahuan ke Pemerintah Indonesia. Di sisi lain ada golongan masyarakat yang juga mendesak pemerintah untuk mempercepat eksekusi deretan terpidana mati di Indonesia sebagai bentuk kedaulatan Indonesia yang tidak bisa ganggu atau di interupsi oleh kebijakan negara lain. 

Untuk kasus Bali Nine saja misalnya, sampai PM Australia mengungkit bantuan pada saat Tsunami Aceh, dan ini di beritakan media dengan cepat membakar para nasionalis militant. Sedangkan di belakangnya banyak agenda lain yang mungkin tidak banyak muncul ke permukaan. Contohnya saja manusia perahu yang hendak menyeberang ke Australia, sebagaimana kita ketahui sejak berkuasa pada tahun 2013, PM Australia Tony Abbott menerapkan kebijakan menolak pencari suaka yang menaiki perahu dan mengembalikan ke Indonesia. Seperti di beritakan oleh Metrotvnews :

"Ada kewajiban terkait Convention 1951 dan protokol 1967 yang mengatakan: jika anda menerima (pencari suaka) di wilayah perairan, Anda harus mengizinkan mereka mendapatkan akses ke sistem suaka," tutur perwakilan Badan Pengungsi PBB atau UNHCR cabang Asia Tenggara James Lynch.

Mary Jane Veloso seorang single mother berumur 30 tahun, berasal dari keluarga miskin. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani musiman di Hacienda Luisita dengan upah sangat kecil. Untuk menopang hidup, Ia mengumpulkan sampah plastik. Mary Jane adalah anak bungsu dari 5 bersaudara yg hanya mampu bersekolah sampai SMP kelas 1 lalu menikah muda dan punya dua anak. Menurut pembelaannya dia rekrut secara ilegal ke Malaysia bulan April 2010, tetapi karena ternyata perkerjaan di sana sudah tutup dia di suruh ke Indonesia (Yogyakarta) karena di Indonesia masih ada lowongan. Ketika mendarat di Jogyakarta dan melewati X-Ray, petugas mencurigai koper Jane. Setelah dibongkar dan segala isi dikeluarkan, tidak terdapat apa apa yang aneh. Namun ketika dimasukkan lagi ke dalam mesin X-Ray ada tampak barang mencurigakan. Maka kemudian koper tersebut dihancurkan dan di bagian dalam yang tersembunyi terdapat 2.6 kg heroin senilai US$500,000.

Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, pada saat susah di tawari pekerjaan, dengan senang hati menjalani dan ternyata di kopernya di selipkan narkoba dan kita menjadi "kurir" tanpa kita sendiri ketahui. Mary Jane di vonis hukuman mati dan ini dianggap cacat hukum oleh sebagian orang khususnya utusan PBB Christhof Heyns yg diberi mandat menangani masalah internasional extra-judicial dan hukuman mati sembarangan, dianggap cacat hukum karena tidak menerima cukup bantuan hukum dan tidak terpenuhi haknya utk memperoleh penerjemah yang layak.

Dari sudut pandang seorang vegan yang juga seorang pro-life, saya menolak hukuman mati. Selama ini hukuman mati di harapkan menyebabkan efek jera, tetapi setiap manusia mempunyai hak hidup yang tidak bisa di rampas siapapun, termasuk negara.Sebagai penggantinya ialah hukuman seumur hidup dan tanpa remisi. Dan sebagai penutup, berikut ini surat yang ditulis langsung oleh Mary Jane :


Semoga kita bisa berbuat sesuatu.... 



Sumber / Referensi :

Tuesday, April 21, 2015

Apakah yang kamu pikirkan, tahu dan lihat dari buruh Migran?

Ada pengalaman yang menarik mengenai buruh Migran yang saya temui sewaktu saya mendapatkan kesempatan training di Hong Kong (Hong Kong selanjutnya saya singkat HK) selama dua minggu.  Pada kesempatan ini saya juga ditemani dua peserta lain ke HK. Singkat cerita begitu saya sampai di HK dua teman saya ini sangat excited dengan HK. Setelah membeli tiket Airport Express dan lagi menunggu kedatangan Airport Express Train, dua teman saya tersebut minta tolong untuk di photo oleh seorang ibu-ibu cleaning service (CS) yang sedang bertugas, ibu-ibu dari segi fisik sangat mirip penduduk lokal HK. Setelah bersusah payah minta tolong dengan bahasa Inggris (karena di antara kami tidak ada yang bisa berbahasa mandarin) dan dengan harapan dia mengerti (karena CS tersebut sudah berusia lanjut, dan rata-rata orang dengan usia lanjut di HK itu tidak berbahasa Inggris dan menolak berbahasa Inggris). CS tersebut hanya mengangguk dan setelah memegang kamera dia terdiam sebentar sambil memperhatikan kami bertiga.. dia langsung bertanya "Dari Indonesia ya?" dengan bahasa Indonesia yang sudah ber-aksen Cantonese. Kami bertiga kaget banget! Ternyata beliau sudah lama banget di HK dan sudah tidak pernah pulang sekitar 20-30 tahun.  Setelah berfoto bersama, yah akhirnya kami ber photo juga dengan ibu itu dan melanjutkan perjalanan setelah ber-terima kasih pada ibu tersebut tentunya.

Kami melanjutkan perjalanan ke hotel dan mengikuti training. Setelah 5 hari training, weekend tiba! Pada hari Sabtu kami bertiga jalan-jalan keliling kota HK, dan ternyata TKW di HK itu di hari Sabtu dan Minggu libur! Kejutan lain lagi :) karena pembantu kalau di Indonesia itu 24hr x 7days atau full kerja. Bagi kalian yang berlibur ke HK kalau sempat weekend coba deh ke taman Victoria, sebuah taman di HK ini menjadi semacam basecamp TKW Indonesia kalau weekend. Dengan dandanan modis, tidak sedikit yang menggunakan sepatu Docmart sambil menenteng iPhone, walau ada juga yang tidak terlalu heboh nge-dress nya. Begitu pula di toko-toko handphone sales-nya hampir selalu ada sales yang khusus berbahasa Indonesia. Saya belum pernah ke Arab dan tidak tau keadaan TKW Indonesia di Arab, mungkin dari segi income mereka dapat lebih gede dan hal ini memang tidak bisa kita compare apple to apple sih ya, tapi koq kayanya TKW Indonesia di HK ini nampak lebih happy. Saingan mereka di HK juga ada TKW asal Philippines atau biasa di sebut Phinoy, Thailand, dan Asia Tenggara lainnya. Namun secara keseluruhan nampaknya yang paling banyak itu dari Indonesia dan Philippines.  Dan tidak sedikit resto yang menyediakan makanan Khas Indonesia yang  tergolong halal food, agak susah menemukan halal food di HK.

Pada kesempatan itu juga saya akhirnya ber-kesempatan ngobrol dengan salah satu TKW asal Indonesia (sebut saja Mawar), dan ternyata di balik kecerian mereka itu ada juga sisi sedih dan gelap yang mungkin belum banyak yang tau. Yaitu TKW HK karena di dominasi wanita, banyak diantara mereka yang kesepian dan susah untuk menyalurkan hasrat sexual yang pada ujungnya ( please noted: Tidak semua TKW ) menjadi bisex ataupun lesbian demi memenuhi kebutuhan badaniahnya. Mawar menunjuk ke beberapa pasangan lesbian di beberapa meja di restaurant. Mawar juga bercerita bahwa banyak di antara temannya yang kecewa begitu pulang kampung suaminya sudah menikah dan selingkuh dengan wanita lain. Atau anaknya sudah tidak mengenali dia lagi. Belum lagi begitu sampai bandara mereka langsung di sambut "serigala" yang menawarkan transportasi untuk pulang ke kampung halamannya, setelah itu mereka di rampok atau di paksa membayar dengan ongkos yang mahal dan di turunkan di tengah jalan.

Setelah training selesai kami pulang dan ada kejadian lucu lagi di Airport. Dalam ruang tunggu di sebelah kami ada dua cewe modis yang sedang asyik ngobrol dalam bahasa Cantonese,  nah salah satunya ada yang memakai sepatu dengan logo brand "macan loncat". Saya dan teman saya mengomentarinya : "Bro, lo sepatu itu kalau ada yang jual murah mau ga bro?" jawab saya "berapa?" kata teman saya "yah gocaplah!", saya jawab "boleh bro".. kata teman saya lagi "tapi "M" nya dua.. jadi PUMM* "... eh ternyata mereka dua cewe modis tersebut nyimak dan ikutan ngakak, dan pada saat yang sama mereka menerima telephone dari kampungnya, dan astaga mereka ber-bahasa jawa yang medok banget! So ternyata mereka TKW Indonesia dan selama ini ngobrol berbahasa Cantonese buat latih skill atau sok-sok an sih?.

Dari perjalanan ini ada beberapa hal yang saya "stabilo-in" banget, yaitu HK yang notabene bukan negara Agamis ternyata memperlakukan buruh-buruh Migran lebih manusiawi (walau tidak semua dan tidak akan pernah bisa kita hantam rata dengan hanya mengambil beberapa sample) dari pada sebuah negara yang Agamis. Dan berita terbaru yaitu di Arab bahkan hukuman mati dijalankan tanpa konfirmasi ke pemerintah Indonesia. Itulah beberapa hal tentang buruh migran yang saya tahu dan lihat dengan ber-interaksi langsung dengan pejuang devisa ini langsung dari tempat mereka berjuang yaitu Hongkong.

A Luta Continua!

"Tulisan Ini Diikutsertakan Lomba Blog Buruh Migrant Indonesia Bersama Melanie Subono

My Bike Friday Pocket Expedition

Series dari Bike Friday yang di klaim sebagai sepeda gunungnya folding (but yes you cannot compare with the real mountain bike lah ya :) ) . Series ini memang paling super sturdy sih menurut gw.


 Perjalanan di hari sabtu dimulai dari rumah seputaran cinere-gandul ke arah Bona Indah, dengan jalur beberapa ada yg tanjakan, tapi bersepeda tanpa tanjakan itu kaya makan di warteg tanpa gorengan :) . Setelah kelar acara di Bona Indah di lanjutkan raonraon jekardah via senayan, ke citos bentar buat ganti kostum. Nah dari bona ke citos lumayan ada tanjakan, yah kalo buat beginner lumayan nyiksa. Citos termasuk ramah buat cyclist , dan ada parkiran khusus sepeda nya. Walau di control satpam, tetap aja butuh gembok. Dan Kryptonitelock gembok yang ga perlu di ragukan lagi. Dan gw pake Evolution series 4 Standard series. Yang beginian sempet happening bgt di antara kaum fixie rider gegara film Premium Rush .

Setelah ganti kostum lanjut raonraon lewat belakang citos nembus ke sekolahan Perancis di Cipete 5


Nah dari citos ke senayan lewat jalan kecil via sekolah Perancis ini enak bgt deh, banyak ketemu orang dan interaksi melewati kawasan yang "cross over" dari rumah besar dan langsung ke kawasan yang sederhana dan tidak ada jarak, semacam Ironi yang sudah menjadi biasa aja. Tembus ke arah prapanca dan terus melalui Pangudi Luhur, Blok M, dan akhirnya Senayan. Tepatnya sih sentra senayan II, dan ngaso sebentar nungguin STC buka, buat service My Bike setelah sekian lama ga di service. Biasanya sih suka service sendiri, cuman rasanya selalu ada yang kurang.


Istirahat di sini kalau pagi enak banget, sambil liat orang lalu lalang dengan aktivitas nya masing masing. Jadi inget beberapa tahun yang lalu, kalau ga salah sekitar tahun 2010-2011 salah satu Bank yang sekarang sudah ga ada serta ganti nama melakukan upgrade untuk trading roomnya, dan itu project yang lumayan ribet dan hanya punya waktu yang sedikit, setelah selesai, ga berapa lama Bank tersebut bermasalah dan akhirnya pindah ke Sudirman yang akhirnya kita relokasi lagi. Hehe tapi bukan itu juga intinya sih, intinya selama instalasi yang gila-gilaan timeline nya (walaupun sukses berat) kerja dari pagi sampe pagi ke pagi lagi kalau capek turun ke bawah dan nongkrong disini, subuh-subuh dan sekarang gw tiap duduk dan nongkrong disini jadi flashback ke masa itu! Tapi kali ini sambil wikenan dan bersepeda.


 Setiap sticker di helm sepeda gw punya makna yang berarti buat gw, salah satunya sticker "Hardcore Kids Againts Homophobic" yang dikirim dari drummer nya Maeror, band post hc/rock/metal dari Jerman nama Rezky, ya dia orang Indonesia yang sekolah disana dan dia juga seorang Vegan. Kenapa berarti? Karena gw liat d Indonesia or di dunia ini kaum Homo itu di kucilkan dan musuhin secara ga layak. Ya udahlah ya kalau udah tau homo ya udah ga usah di resein.. biarin aja. Tapi itu menurut gw ya. hehehe.. Setelah beberapa menit duduk sambil flashback akhirnya gw ke STC dan service my bike. Karena lumayan antri, gw jalan-jalan dulu nyari minum sambil istirahat :


Di salah satu toko di Senayan gw nemuin my fav soya milk produksi BrookFarm yang juga salah satu Soya Milk yang meng klaim Vegan. Jarang juga product langsung berani bilang kalau productnya Vegan. Dan ini sangat membantu gw ga usah susah-susah check Ingredients nya lagi.

Setelah kelar ngaso, sepeda juga sudah ok lagi, terus langsung balik... oh iya karena ini ternyata hari Records Store Day 2015, gw sempat mampir ke kawasan Blok M untuk ber-RSD ria, tapi karena ga ada parkiran sepeda, akhirnya gw titip ke tukang parkir, alhasil gw muter-muter di RSD dengan perasaan insecure abis yang akhirnya gw ga beli apa-apa... hehehehe yang penting senang banget lah hari ini gowesnya nemu banyak hal...

"YOU CAN NOT BE SAD WHILE RIDING A BICYCLE"

Tuesday, April 14, 2015

My Vegan Shoes

Ada beberapa vegan sneaker fav gw... berikut ini list yang "ter" banget untuk vegan sneaker versi gw.. Ok yang paling pertama dan yang paling baru datang adalah The Guerra series dari Keep.




Y


Keep adalah produsen sepatu 100% vegan and cruelty free. Dan dari banyak series nya, gw love at the first sight dengan The Guerra.. The Guerra hadir dengan banyak design warna, tapi gw suka banget hi top perpaduan all black dengan gum sole. Tapi secara dollar masih "galak" ya udh gw ga order, nah pas suatu hari gw dapat info discount 30% plush free ongkir. Ya udah lah ya bosque.. gw order lah si Guerra ini .. Prosesnya cepat, dapat track id, confirmation, etc. Tapi ternyata karena free ongkir so mereka kirim lewat EMS Indonesian Post.

Proses pengirimannya yaitu 4 hari kerja dari tanggal order baru bisa di check Track ID nya, setelah itu 2 minggu baru dapat status "in transit in destination country" setelah 2 minggu lagi baru masuk ke EMS Pos Indonesia baru bisa di track statusnya "Departure From outward OE" trus "Arrival at Inward OE" lalu "Airport Handling" ... nah terakhirnya "Departure from Inward OE Adpis:12000" . Setelah gw check di beberapa web ternyata 12000 adalah kode kantor pos dan 12000 itu adalah kantor Pos Fatmawati, check ke 108 di kasi no helpdesk 021-75000222 / 7503009 / 75811743 dan semua nomor ini ajaib banget! Ga bisa di call, sibuk dan ga ada yang angkat. Akhirnya gw minta tolong teman untuk check ke Kantor Pos Fatmawati baru deh dapet nomer yang bener : +62 21 75817543 . Baru gw check telephone, helpdesk nya banyak membantu, dan paling ajaibnya besoknya langsung di anterin barangnya. :D

Padahal kalau gw check di web banyak banget yang ngeluh ga nyampe, sampe musti bayar pajak kalau barangnya diatas 50 USD. Tapi so far EMS ok banget koq, gratis, etapi ga tau ya apa keep yang bayarin ongkirnya :)

Ok Selanjutnya.. Saucony Jazz Low Pro Vegan! Saucony ga semuanya vegan, ada beberapa yang masih menggunakan bahan kulit. Tapi ini juga salah satu favorit vegan sneakers gw. Saucony semacam sudah menjadi seragam di kalangan scene vegan straightedge (XVgnXSxeX) . Oiya kalau yang belum tau apa itu vgnsxe bisa di googling kali ya. 


"Like your shoes de-calf? This Vegan friendly Saucony shoe contains no animal products, by-products or derivatives. Canvas and hemp create the classic design that looks as good as you’ll feel wearing them." Kata si Saucony . Ini termasuk ribet nyarinya, karena kadang di beberapa distro ada yang masukin dan gw lebih milih beli di teman karena ngorder adalah sakit kepala. Kali ini gw dapat info kalau salah satu store ada yang masukin, kalau ga salah Quickening. Order dan mendarat tanpa ribet dan pas banget! Thanks Scene :)

Dan yang berikutnya adalah the most famous shoes brand di scene. The all black cruelty-free "Vegan Old Skool" by Vans. Walaupun ga semua series oldskool adalah vegan, tetapi base on webnya hanya all black yang vegan. 


Untuk ini gw musti bener-bener research apakah oldskool ini bener vegan apa gak, karena ada beberapa review kalau vans old skool itu ga vegan. Setelah dari officially vans web confirm ini vegan baru deh. Oiya kalo ini ga perlu order karena sekarang sudah banyak vans store di mall.

Nah semua diatas ini khan casual ya, belum ada buat outdoor yang vegan. Sampelah gw di suatu web yang compare tentang outdoor equipment, salah satu review sepatunya ada yang keren dan vegan.. Dan gw lupa nama web nya.. and here we go : Five Ten Guide Tennie Canvas.


Sudah menemain lintas 6 negara, 3 pegunungan, 1 taman nasional dan terakhir ke kawah ijen dan baluran.. Just awesome. Solnya keren anti slip, ringan, dan kuat banget ujung sepatunya. Kelemahannya (dan hampir kelemahan semua vegan shoes) bahannya yang bukan kulit gampang buluk atau robek. Tapi dari sisi kenyamannya untuk outdoor sepatu ini Juara Banget! Agak susah juga untuk beli lokal, kebetulan waktu itu di BMTB (situs online shop untuk sepeda) lagi ada dan di sale karena ga laku, yaiyalah selain penggemar sepeda mana ada yang tau five ten? Oiya five ten lebih terkenal di kalangan penggemar sepeda gunung, down hill, parkour, panjat tebing, dan bmx ketimbang di kalangan pecinta sneaker casual. Dan tidak semua series yang di produksi Five Ten adalah vegan tapi hampir semua cabang olahraga ada vegan series nya. 


Brooks Ghost 6, sepatu running terbaik yang pernah gw coba! Udah pakai beberapa sepatu lari (no need to mention the brand rite?). Review untuk dari sisi vegan nya bisa di check ke VeganKicks . Jujur gw review nyari sepatu buat lari itu lama banget, sampai akhirnya gw check di Outdoorgearlab, web ini sering gw jadi rekomendasi untuk semua peralatan outdoor, karena review nya keren banget. Nah udah dapat khan target nya, pas check ke salah satu counter sport di Senayan City ada nih sepatu! Tapi harganya sekitar 1.8 jt... hehehe akhirnya karena mahal gw cari-cari lagi review yang lain. Terus suatu hari Tante dan Sepupu gw mau nyari sepatu di semacam tempat cuci gudang sport di Point Square, terus gw ikut dan setelah nyobain beberapa brand vegan running shoes kaya Saucony, New Balance dan Mizuno ya karena semuanya di Sale up to 80% jadi seadanya aja, size nya yang ada aja. Gw nemu Saucony Kinvara 4 yang vegan juga dan di rekomenin di Outdoorgearlab juga. Karena ga ada nomer yang masuk semua, akhirnya gw nyerah. Pas udah mau bayar, gw sambil males-malesan ngaduk di tumpukan and mata gw ngeliat ada Brooks! hell yeah gw nemu Ghost 6 dengan harga 500K! and size yang kegedean 1 size.. but who cares?? hahaha.. gw cobain ga gede-gede amat! And masih made in usa lagi.. and here we go.. gw pake untuk berlari-lari kemana aja.. and sepatu ini benar-benar nyaman banget.. cocok untuk jarak jauh and marathon.

Nah gitu deh story beberapa vegan shoes gw.. semoga berguna buat yang lagi mikir buat jadi vegan karena susah nyari vegan aksesoris.. So please remember :

"Animals are not ours to eat, wear, experiment on, use for entertainment, or abuse in any way."

Monday, March 30, 2015

2015 Noise blast

Ada beberapa gigs yang bisa datang dan semuanya keren.. walaupun ada juga yang keren tapi gak bisa dateng entah karena males, ujan atau bokek.. tapi sekarang setelah bekerja di end user jadi lebih ada waktu untuk bisa ajojing wif da noise.. The Geeks yang main di Rossi January 17 2015, trus ada Mac Demarco (gw lupa venue-nya) tanggal January 22 2015. Ok gigs pertama di tahun ini yang di bikin oleh Warrior Jakarta bekerja sama dengan Rookie Distribution yang berperan sebagai booking agent dan Jakarta Hammers (Westham United Fans Jakarta) Booze and Glory di Carburator Cafe, January 24 2015


Kerennya lagi skinhead dari beberapa negara tetangga banyak yang datang. Dapat kenalan segerombolan skinhead Malaysia dan malah mereka ngasi kenang kenangan Pin. Thanks lads. Untuk review nya bisa di check di Boozemagazine .

Dan tanggal January 29 2015 ada acara Grieving The Earth #7 di Rossi Music, dan band yang gw pngen banget liat di acara itu adalah Ora Iso , Duo Post Punk/Noise Rock dari New York, Jason Kudo and Kathleen Delay. Kathleen ini berdarah Indonesia dan lancar berbahasa Indonesia. 


Dan tanggal February 27 2015.. BANE!!! Terakhir liat Bane di Masberto May 2010, sebenarnya Bane datang lagi dalam rangka south east asia tour di Rossi Music tahun 2012, cuman gw dateng tapi ga masuk. Nah kali ini gw ketemu lagi setelah 5 tahun dengan Aaron :


Dan juga Aaron Dalbec ex Converge :


Aaron Dalbec ini juga vegan, oiya bicara tentang veganism, di acara ini gw ketemu Mascha, cewe vegan straightedge dari German yang sudah ikut tour puluhan dan mungkin ratusan band punk/hc ke seluruh dunia dan juga bikin website Vegan NY yaitu www.maschaartz.com . Check it out. 


Demikian 3 gigs yang keren (menurut gw) di 2015 ini. Masih ada lagi nanti Mob47 dan Carcass.. Indonesia sekarang sudah keren, dulu kayanya susah banget... Kalau ada photo yang keren di tiga gigs ini mau dong di bagi.. ya kali aja ada yang keren bisa di share.. ok, selamat hari senen dan selamat bekerja. 


Tuesday, January 06, 2015

Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran Trip

Setelah lama ga ngeblog karena satu dan lain hal, akhirnya di tempat kerja yang baru ini.. gak baru amat sih sudah setahun lah.. bisa ngeblog lagi tentang the latest trip.. tepatnya Family Trip!. Trip di mulai tanggal 26 December 2014, Natal hari kedua (yeah masih dalam suasana Natal! Merry Christmas and Happy New Year!)

Dengan Flight Airasia QZ 7696 Jakarta Surabaya, pkl 05;30 – pkl 06:50 pagi. Semuanya On Time walau ada yang telat dikit so musti lari-lari kecil biar ga ketinggalan.. Pkl 07:30 kita dijemput di Terminal Bungurasih / Bandara Juanda, Surabaya. O iya trip ini pakai Tur untuk efisiensi waktu dan supaya bisa dapat semua target wisata!. Berangkat menuju Kawah Ijen yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Kawah Ijen ini pernah di publikasikan dan terkenal di Perancis melalui tayangan Ushuwaia Adventure yang memperlihatkan Nicolao Hulot sang penjelajah, duduk di atas perahu karet bercerita tentang asal-usul Danau Ijen dengan derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter dan volume hampir 40 juta meter kubik, salah satu danau kawah terbesar di dunia. Keasamannya cukup kuat untuk melarutkan pakaian dan jari jemari. Ok lanjut lagi tentang route menuju ijen. Karena perut udah teriak teriak so kita mampir makan di daerah Probolinggo, nama rumah makannya "Kencur".


Sekitar pukul 15.00 berada di area kaki Ijen, mampir sebentar buat photo-photo setelah sekitar 6 jam perjalanan. Pemandangan di Ijen Cafe ini bagus banget, tapi karena tidak bawa camera, jadi hanya ambil gambar dengan hp aja. Kita berenti gak begitu lama dan cuman ambil beberapa picture saja. Setelah ambil photo serta selonjoran dikit ngelurusin kaki, kita jalan menuju ke Arabika Homestay di dalam PTP Nusantara XII (Persero) Kebun Kalisat Jampit.

Arabika Homestay Access

Setelah loading semua barang ke kamar masing-masing, aku dan Maria dapat di kamar E2, kamarnya ok buat aku karena udah pernah ngerasain yang lebih parah di dalam lebatnya hutan, so semua tempat istirahat di atas rata-rata bagi aku, hehehe kurang objektif ya? cobain deh naik gunung sendiri, emang kaya orang gila sih, tapi begitu turun dan sampai dengan selamat di rumah, kamu akan bersyukur tentang banyak hal dan aku jamin jadi jarang ngeluh tentang "tempat istirahat" ketika traveling! Ok balik lagi ke Arabika Homestay, home stay ini kalau ga salah ada sekitar 12 kamar dengan triple, single dan double bed. Kurangnya cuman air panas di wc ga nyala, dan aku sekali lagi aku gak pernah bermasalah dengan namanya WC karena mungkin jarang mandi ya hahahaha...  Setelah semua sudah masukin barang, lanjut dengan observasi sekitar homestay, kita ke belakang, muter-muter ke kebun strawberry tapi ternyata ga buka karena penjaganya sudah pulang.

Belakang Homestay, ada lapangan olahraga dengan view pegunungan gugus pegunungan volcano.


View menuju kebun strawberry

Setelah rada kecewa karena kebun strawberrynya sudah tutup, kita semua balik dan nyobain kantin homestay, ternyata pelayanannya agak lama dan kurang friendly. Hampir menunggu sekitar 30 menit untuk mie goreng indomie, juice strawberry, dan kopi. Tapi juice strawberry nya enak! rekomen lah. Di kantin ini ada gambar Jampit Guest House, rumah jadul yang di sewakan dengan kapasitas sekitar 30an orang.

Jampit Guest House

Setelah chit chat, nongkrong, dan istirahat karena besok harinya harus berangkat pagi-pagi untuk mengejar blue fire yang paling bagus di antara jam 2-4 pagi karena setelah jam 4 pagi akan banyak asap belerang di kawah serta matahari yang sudah mulai terang sehingga cahaya blue fire sudah tidak terlalu terang lagi. Kami istrirahat sekitar jam 9:00 pm, dan rencananya jam 12:00 am sudah harus berangkat karena perjalanan dari homestay ke Post Paltuding itu sekitar satu jam, jadi kalau sesuai scheduled berangkat jam 12:00 am tiba di Post Paltuding jam 01:00 am melanjutkan ke puncak ijen 1.5 - 2 jam sehingga target jam 3 sudah di bibir kawah ijen, untuk selanjutnya turun dan bisa mengambil photo blue fire dari dekat.


Posko Paltuding 1,600mdpl, sebuah pos Perhutani di kakigunung Merapi-Ijen sebelum melanjutkan naik ke kawah ijen. Suhu sekitar16-18 Celcius, sangat di anjurkan memakai windbreaker, raincoat, atau Jaket. Tapi tergantung individu nya, aku lebih suka menikmati dingin karena kalau jalan dengan jacket yang terlalu tebal selain dehidrasi juga cepat lelah (ini pendapat pribadi loh ya).

Setelah itu kami melanjutkan pendakian ke kawah Ijen dengan di temanin satu guide ex penambang belerang, namanya Mas Hari. Mas Hari sebagai leader dan Mas Indra (Tour Guide) sebagai sweeper. Mulai dari gate terakhir kaki kawah ijen sampai dengan post yang lebih mirip warung di atas itu jalanannya nanjak terus dan gak ada bonus atau jalan datar sama sekali! Fisik harus fit! Tapi jangan kuatir karena banyak tempat istirahat di pinggir jalur pendakian berupa pohon tumbang dan beberapa posko kecil. Setelah berjalan sekitar 20 menit dua orang dalam rombongan (Maria dan Tante Wuri) ternyata kelelahan dan memlilih untuk turun. Kami melanjutkan perjalanan sekitar 1.5 jam hingga posko terakhir dan 30 menit sampai bibir kawah ijen. Kalau dari map perjalanan dari Paltuding ke kawah ijen itu berjarak 3 Km dan bisa di tempuh waktu sekitar 2 jam dengan jalan santai, tapi jangan bayangin jalanan yang rata.. semua TANJAKAN!

Setelah sampai bibir kawah dua anggota rombongan yaitu Om Yok dan Tante Ketrin memutuskan untuk tidak turun ke kawah karena memang selain turunan menuju blue fire di dasar kawah yang sangat curam perlu stamina double untuk naik kembali ke atas. Dalam menuruni jalan ke arah blue fire juga kita kerap berpapasan dengan penambang yang ramah walau beban di panggul sekitar 7 kg, jadi kadang kalau berpapasan dengan mereka pada saat turun ke kawah harap berhenti dan memberi jalan. Untuk turun ke kawah sebenarnya di larang tetapi kalau ada guide lokal bisa di kasi ijin. Di bibir kawah ini juga banyak yang jual souvenir dari belerang, saran saya sih kalau bisa di beli, selain murah perjuangan mereka untuk mengangkat belerang membentuk menjadi souvenir itu sebenarnya sebagian kisah pilu diantara keindahan ijen, karena seringnya mengangkat berat pundak mereka tak jarang kapalan dan tulangnya bergeser, belum lagi paru-paru mereka yang sebagian besar rusak karena menggunakan masker yang seadanya.

Bibir Kawah

Blue Fire yang cuman ada dua di dunia, satunya lagi di Islandia.

Setelah mengambil gambar blue fire dan asap belerang sudah mulai memenuhi kawah, kami memutuskan untuk segera naik, dan tidak sempat untuk mengambil gambar danau ijen. Menanjak kembali ke bibir kawah dengan keadaan asap belerang yang cukup pekat merupakan sebuah kesulitan sendiri karena jalan menanjak menggunakan masker bagi yang tidak biasa akan sangat menyesakkan paru paru dan bisa pingsan. Saran saya apabila mau balik ke bibir kawah lebih baik melepas masker, tapi itu pendapat saya loh, mungkin beda untuk individu lain.

Istirahat sebelum turun balik ke Paltuding.

Bibir kawah Ijen dan danau yang tertutup asap belerang.

Matahari sudah meninggi saatnya balik ke Paltuding

Turun dari kawah Ijen dengan jalur yang curam cukup membuat lutut lelah karena kontur jalur yang licin dengan bebatuan yang kecil, mungkin lebih enak di bawa lari sekalian. Saran saya pakailah sepatu hiking semata kaki, sehingga bisa menahan jari untuk tidak bergesekan langsung dengan ujung sepatu sebab sudah di tahan di mata kaki. Sampai Paltuding jam 07:00 am. Terima kasih untuk Mas Hari sudah nge lead dengan baik dan bisa komunikasi dengan penambang lain sehingga team bisa sampai dan berfoto di blue fire. Saya sendiri ga sampai ke titik blue fire karena stock masker kurang. Jadi saya sekitar 200 meter dari blue fire.

Setelah sampai Paltuding balik ke penginapan, mandi, istirahat dan sarapan. Langsung lanjut ke Taman Nasional Baluran! Yeah! Inilah hamparan savana terluas di Pulau Jawa, membuat Anda yang berkunjung ke sini serasa berada di Afrika. Di Baluran tersaji sungguhan alam menakjubkan ketika ratusan rusa berlarian menuju kubangan air, merak jantan melebarkan ekornya untuk menarik perhatian sang betina, puluhan kerbau besar yang gagah, belasan elang mencari makan, hingga lutung dan makaka yang bergelantungan. Belum lagi pepohonan khas Baluran yang mirip pohon pinang dan berbuah sekali seumur hidup sebanyak 1 ton untuk kemudian mati. Pohon pilang yang berbatang putih dan rimbun, bila Anda mengamatinya secara seksama maka mirip pohon di film “Avatar” serta pohon bekol yang rindang mirip beringin dengan nuansa magis. Menempuh perjalanan sekitar 4 jam berhenti untuk lunch di RM Oriental Purnama, Situbondo. 

Welcome to Baluran.

Dari depan jalan raya masuk ke dalam Baluran Pesanggrahan Bekol sendiri sekitar 1 jam. Dan melewati savana serasa di Afrika (ala ala film God Must Be Crazy). Sampai di penginepan langsung turunin barang dan menuju ke Bama Beach untuk makan, kantin cuman ada di Bama Beach ini. Dari penginepan ke Bama Beach sekitar 15 menit dengan mobil.

Welcome to Bama Beach

Bama Beach

Setelah makan dan nongkrong di pantai kita balik lag ke penginepan untuk istirahat karena besok akan trekking dari Bama Beach sampai ke Penangkaran Banteng Liar. Kita akan mengamati aktivitas hewan di Savanna Bekol dari menara pandang. Di penginepan area Baluran ini sangat banyak monyet liarnya. Tapi tidak menyerang dan cenderung pasif.

Baluran di pagi hari.

Baluran dari menara pandang.

Foto di savana sebelum sarapan.

Setelah bangun pagi langsung ke menara pandang dan sempat lihat rusa dan kijang. Tiba saatnya sarapan di bama sebelum trekking menuju penginepan melewati hutan dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Sarapan di Bama sebelum Trekking

Trekking dengan di pandu Polhut

Trekking dari Bama Beach ke penginepan kita ga bertemu hewan-hewan hanya nemu bulu merak dan jejak kaki kawanan banteng. Kalau buat aku sih fun banget tapi untuk sebagian orang mungkin perjalanan di jalur ini membosankan karena ekspetasi atau keinginan untuk liat hewan liar tidak terpenuhi. Dalam trekking ini juga dijelaskan secara singkat bahwa banteng liar itu sukanya minum air bersih tidak suka air keruh atau air yang sudah diminum duluan dengan satwa lain. Cieileh belagu amat nih banteng ya? hahahaha...

Penangkaran Banteng Liar dengan Pagar Listrik tegangan tinggi.

Setelah sampai ke penangkaran yang ternyata letaknya gak jauh dari penginepan, ambil gambar banteng, team balik ke penginapan untuk bersih-bersih untuk selanjutnya bersiap menuju Hotel Ibis Juanda Airport, Istirahat dan bobok agar besok pagi segar kembali ke Jakarta dengan flight Sriwijaya Air SJ 257 Surabaya - Jakarta. 

Baluran Trekking Area

Waktu cepat banget ya kalau yang namanya liburan, rasanya kurang aja. Tapi kita harus kembali ke rutinitas setelah berlibur untuk merenungi semua yang sudah kita lewati di tahun 2014 dan menyambut 2015 dengan segudang resolusi yang kalau perlu revolusi untuk mencapai cita cita.. Mainstream banget ya? Tapi kalau sedang berada di alam luas, puncak gunung, savana, kawah, kadang manusia baru berpikir tentang pencipta. Setelah sampai Jakarta dapat message dari Mas Indra (Tour Guide) :


Senang liat keluarga ini bisa menginspirasi! Dan sebagai penutup belum lengkap sebelum nyadur quotes kali ya? Kali ini saya mengutip kata-kata Terry Pratchett, A Hat Full Of Sky (Discworld, #32) :

 “Why do you go away? So that you can come back. So that you can see the place you came from with new eyes and extra colors. And the people there see you differently, too. Coming back to where you started is not the same as never leaving.” 



"It's impossible,"
said pride.
"It's risky,"
said experience.
"It's pointless,"
said reason.
"Give it a try,"
whispered the heart.

-Unknown

Monday, November 19, 2012

My lovely local lil dogz..

Tiga doggie gw ini mukanya ga berubah padahal umurnya udah 12 dan 10 tahun! Jangan2 anjing highlander.. ini Opik dan ga jauh beda sama opik lima tahun yang lalu....

Dan ini ipok.. juga ga jauh beda sama ipok lima tahun yang lalu.. walau agak gemukan..


Dan terakhir si Giman.. anak mereka bedua.. dan doggie yang paling aktif aka NAKAL.. Namanya sebenernya Hanoman karena pas lahir warna beda sendiri.. abu-abu buluk.. tapi Oma (R.I.P) gw manggilnya Giman.. ya udh dah keterusan ampe gede.. tapi paling gemesin n lucu, and dia juga gak beda dengan giman lima tahun yang lalu.. tingkahnya masih kaya puppies..


Tahun depan yang sisa 3 bulan ini berarti sudah 13 tahun buat Opik-Ipok dan tahun yang ke 11 buat Giman..

Thursday, November 15, 2012

Hong Kong Trip 21-26 October 2012

Hong Kong Trip kali ini judulnya Training.. dan semua peserta beda-beda country, Trainernya dari Israel, pesertanya dari Indonesia, Singapore, India, Australia, China, dan Philipines.. Multinational class!


Kebetulan Trainer yang orang Israel ini menganut agama Yahudi yang notabene "agak vegetarian" atau biasa di sebut Kosher. Kosher hampir sama dengan Halal. Jadi dia tidak makan daging tertentu, tapi masih makan Ikan dan konsumsi telur. Sedang teman yang dari India hanya tidak makan sapi saja. Mereka sempat mengira gw gak makan daging karena takut itu babi.. dan mereka taunya orang Indonesia gak makan babi (Belum pernah ke pasar-pasar di Menado kali ya orang-orang ini?). Setelah gw jelasin akhirnya mereka baru ngerti kalau gw vegan, dan ternyata beda veggie dan vegan pun mereka ga ngeh.. heheheh


Saya juga menemukan resto Padang sebagai pelipur lara para TKI yang merindu masakan ber-bumbu ala Indonesia.. Tapi harga yah relatif mahal, etapi TKI disini makmur juga, jalan-jalan pake Iphone, sepatu DocMart, dan modis.. Saingan sama pekerja dari Philippines! :)


Ada juga sejenis warteg, tapi lebih teratur and bersih lah, disini harganya lumayan bersahabat dan yang pasti HALAL.. coz untuk cari makanan halal itu memang susah di Hongkong, KFC dan McD aja masih ada Porkie Porkie nya..



Karena scheduled yang ketat dan dengan target harus lulus, makanya gw ga sempet kelayapan walau udah banyak yang pesan ini itu. sorry mamen :). Tapi selama gw di Hong Kong sering liat doggie ini yang ramah sama orang-orang lalu lalang, gak jail, gak gigit, baik banget deh.. ini penampakannya :


Di hari pas mau pulang, karena jam keberangkatan pesawatnya sore, so gw checkout dari Hotel (Ramada Hotel) langsung ke Hongkong Station dan ada jasa penitipan laguage. Lumayan bisa muter-muter. Gw coba untuk nyariin pesenan temen (sepatu!!!) ke Casueway Bay. Ternyata agak sulit juga nemuin Saucony Vegan Jazz di hongkong, malah nemu vans, asics, and adidas yang rare.. Malah ada Clarks yang edisi 40 tahun Tojan Records!.. And menariknya lagi sering ketemu TKI berbahasa jawa medok dan mereka funky plush trendi.. Sabtu-Minggu mereka libur boleh main-main ke taman dan jalan-jalan.. Gw nemuin beberapa spot yang Indonesia banget. Misalnya di "Dapurku" ini menyediakan jasa pengiriman uang untuk TKI dan tanpa potongan.


Di Hong Kong ternyata barang yang di jual itu bebas pajak, ga terlalu jauh harganya dengan kalo beli di dalam Airport, so banyak yang kalap belanja di sini. Gw ga nemuin pesenan teman gw, beli beberapa ole-ole dan langsung balik ke Hong Kong station, naik kereta super cepat and lewat bawah laut (karena Airport beda pulau dengan Hong Kong). Ada satu yang beda Hong Kong 2012 dengan terakhir gw ke HK itu 2008. Dulu orang-orangnya sangat amat tertib dengan rambu-rambu. Pejalan kaki yang mau nyebrang aja tengah malam ga ada mobil sama sekali berenti nunggu sampe hijau dan boleh jalan. Kalau sekarang gw agak heran, banyak yang nerobos trafic light. Pejalan kaki nyebrang seenaknya. Mudah-mudah bukan karena ketularan para TKI ya.. hehehehe